HIJRAH untuk menjadi HAMBA ALLAH yang PALING BESAR RAHMAT di sisi Allah – IBADURRAHMAN

KULIAH DUHA 6 – 6 NOVEMBER 2013

HIJRAH untuk menjadi HAMBA ALLAH yang PALING BESAR RAHMAT di sisi Allah – IBADURRAHMAN

Pengenalan:

Kelender hijrah bermula ketika zaman saidina Umar alkhattab :

Atas perbincangan maka, para sahabat – bulan Muharram.

Rasullullah BER hijrah pada bulan safar – sampai madinah bulan rabiulawal. Namun persiapan HIJRAH bermula daripada bulan Muharram.

Amalan yang di tuntut pada bulan Muharram berdasarkan mas yang kuat:

SUNAT PUASA – 9/10 Muharram – di ampunkan dosa2 setahun lalu. Puasa mesti di gandingkan, kerana tidak menyerupai puasa Yahudi pada 10 Muharram.

ISI kandungan:

Pada Surah Al-Furqan ayat 63-74 menggambarkan, bahawa Ada beberapa sifat yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Menurut Allah, orang-orang beriman yang memiliki sifat tersebut memperoleh gelar ibadurrahman, yaitu hamba-hamba Allah yang akan mendapatkan rahmat yang paling besar di sisi Allah SWT. Rahmat-rahmat Allah yang paling besar tersebut yaitu kedudukan atau derajat-derajat yang paling tinggi yang diperoleh oleh mereka di surga kelak.

1) TAWADUK

Firman Allah pada Surah Al-Furqaan ayat 63:

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. (Q.S. Al-Furqaan: 63)

Tawadhu’ adalah lawan dari sifat takabbur. Tawadhu’ adalah sifat yang selalu merendah, merupakan sifat yang sangat disukai oleh Allah. Jika orang yang memiliki sifat ini adalah orang yang sangat disukai oleh Allah, maka orang yang memiliki sifat takabbur adalah orang yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

Takabbur adalah orang yang menganggap dirinya besar, padahal dia tidak besar. Orang yang mengaku memiliki banyak hal, tapi sebenarnya ia tidak memiliki apa-apa. Padahal kata Allah, bahwa apa yang mereka miliki itu tidak ada maknanya sedikitpun. Karena itulah, mereka menambahkan sifat di dalam dirinya dengan apa yang tidak mereka miliki. Untuk menjadikan diri kita tawadhu’ adalah dengan berpandangan bahwa apa yang kita miliki tidak ada arti apa-apa dibandingkan dengan yang dimiliki oleh Allah SWT.

Pada alfurqan 63: tersebut dengan jelas menyebutkan, bahwa ‘ibaadurrahman itu adalah mereka yang berjalan di muka bumi ini dalam keadaan tawadhu’, dalam keadaan tunduk, dalam keadaan merasa bahwa dirinya adalah makhluk yang sangat kecil, tak mempunyai kekayaan apapun, tak memiliki ilmu apapun, walaupun orang lain memandang bahwa dirinya adalah orang yang berilmu, orang yang kaya, ataupun orang yang memegang jawatan tinggi.

2) Selalu mengucapkan ucapan-ucapan yang baik (al-kalamuth thayyib).

Maksudnya adalah, bahwa orang tersebut sentiasa mengucapkan kalimat-kalimat yang baik. Ertinya, bahwa ‘ibaadurrahman adalah orang-orang yang senantiasa mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik, sentiasa bersikap dengan sikap yang baik, sentiasa menimbulkan kebajikan-kebajiikan walaupun di tengah orang-orang yang tidak mahu berbuat kebajikan kepadanya.

3) SENTIASA SUJUD kepada Allah & yang suka tahajjud di malam hari.

Firman Allah pada Al-Furqaan ayat 64:

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. (Q.S. Al-Furqaan: 64)

Bangun di malam hari setelah tidur, untuk kemudian melakukan shalat tahajjud bukanlah hal yang mudah dilakukan. Tetapi apabila kita membiasakan diri, maka secara automatik pada saatnya kita akan terbangun, sehingga hal seperti ini mudah saja untuk dilakukan. Mengapa tahajjud ini penting? Karena jika ibadah dilakukan di tempat yang sunyi, maka konsentrasi kita akan lebih terpusat, dibandingkan ibadah di tengah keramaian.

Berkawan lah dengan sahabat-sahabat yang menjaga solat.

Rasullullah juga berpesan supaya mencari jiran yang baik.

4) HAMBA yang selalu menadah tangan BERDOA, yaitu MERASA TAKUT akan AZAB Allah SWT.

Firman Allah pada Al-Furqan ayat 65-66:

(65) Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal“.

(66) Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (Q.S. Al-Furqaan: 65-66)

HIJRAH – supaya menjadi orang yang sentiasa takut terhadap azab Allah, maka akan menyebabkannya selalu mematuhi dan mentaati perintah-perintah Allah dan sentiasa meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah SWT.

Sentiasa ingat AKHIRAT! Akhirat conscious, “kalau aku buat ni apa balasan akhirat nanti?”

5) HAMBA yang suka berinfaq & bersederhana

Firman Allah pada Al-Furqan ayat 67:

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Q.S. Al-Furqan: 67)

Pada ayat di atas dengan jelas menyebutkan, apabila manusia atau orang yang beriman yang ingin membelanjakan sesuatu, maka ketika membelanjakan tersebut dia tidak boleh terlalu boros, dan juga tidak boleh terlalu kedekut.

Di dalam ayat lain Allah menyebutkan:

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (Q.S. Al-Israa’: 26)

Jadi, tidak boleh ada sikap boros, dan tidak boleh juga kedekut, melainkan berada di tengah-tengah (sederhana). Kalau kita berbelanja, maka belanjalah sesuai dengan keperluan. Kalau bersedekah, jangan sampai memberikan sedekah terlalu banyak. Hanya karena bangga dengan pahala bersedekah sehingga kita bersedekah terlalu banyak, sedangkan kita lupa akan keperluan kita sendiri.

BERSAMBUNG KULIAH DUHA HADAPAN.

20131106-130650.jpg

This entry was posted in KULIAH DUHA JPLATINUM and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>